Sadly, i'm positive.
Hai guiseeeeee!!!! 🤫😂🤣
So, ini adalah day +1 pasca gue menemukan kembali bongkahan blog ini. Harapannya sih, ngarepnya ga tetiba lupa lagi sama ini blog wkwk ada satu alasan kenapa gue ga pernah apus blog ini meskipun gue males atau lupa buat ngepost di sini. It's the memories.
Jujur aja gue kan orangnya lupaan ya, gampang lupa gitu apalagi sama kejadian-kejadian yang kecil gitu pasti seminggu juga lupa 🤣 nah postingan di blog ini tuh kayak time capsule yang gue invest dari tahun ke tahun wkwk siapa yg nyangka ternyata gue mulai posting di sini sejak 2011?! Blog yang berawal dari tugas sekolah ternyata berlanjut 10 tahun kemudian! 🎉 Terima kasih kuucapkan kepada Blogger/blogspot karena tidak pernah menghapus akun ini. Semoga blogger/blogspot panjang umut dan semakin sukses!
Anyway itu sedikit intermezzo aja. Di postingan ini gue gak langsung lompat ke cerita dan insiden-insiden di 2015 (postingan terakhir) tapi yang akan gue ceritakan adalah hal yang berkaitan dengan judul.
Guise, i'm positive.
Bukan positif hamil yakk, tapi positif covid-19 wkwk
Latar belakang dikit, jadi di 2020 kemarin itu muncul virus yang merebak di seluruh dunia termasuk Indonesia sehingga terjadi pandemi. Virusnya agak berbahaya untuk orang-orang yang punya penyakit bawaan. Semua rumah sakit penuh. Semua nakes sekarang seragamnya kayak baju astronot / tim pengendali nuklir. Ya, virusnya seberbahaya itu dan penularannya juga gampang banget. Sekilas kayak flu, tapi bagi yang komorbid bisa menjalar kemana-mana.
Kehidupan sekarang pun jadi "new normal". Bioskop banyak yang tutup, ada yang buka pun, penontonnya dibatasin. Restoran juga dibatasin. Di kursi-kursinya biasanya ada tanda X yang berarti gak boleh didudukin. Semua orang keluar pakai masker (meskipun ada bbrp yang uneducated dan masih gak mau pake masker juga karena mereka gak percaya virus corona itu ada) atau ada juga yang simply berpikir virusnya ada tapi gak berbahaya. Media dan WHO cuma nakut-nakutin aja biar ekonomi lumpuh. Whateverlah. Cuma berharap orang-orang yang begini ketika kena corona beneran ga usah bawel deh.
Kembali ke topik, jadi setelah setahun lebih ga pernah jalan-jalan. Cuma di rumah - kantor, atau paling jauh ke pondok cina ke rumah nenek, ternyata gue sekeluarga kena covid19/c19 juga. Awalnya itu tadinya bokap batuk-batuk biasa. Tapi lama-lama batuknya makin keras dan kondisinya makin drop. Kemudiann gue nyusul demam dan batuk juga. Abang gue juga begitu. Nah dari situ mulai curiga tuh kok sakitnya pada serempak dan mirip-mirip, pasti pada ketularan. Mana gejalanya mirip covid kan.
Akhirnya, nyokap hubungin temannya di puskes. Kebetulan banget nyokap sekarang udah gak kerja di puskesmas, udah gak di bidang kesehatan. Bokao juga udah pensiun (ajaibnya keduanya shampir secara bersamaan berenti kerja di bidang kesehatan pas sebulan sebelum corona merebak di Indonesia, and i'm really thankful for that. Alhamdulillah.) Gak kebayang kalo keduanya harus pake baju astronot tiap hari saat kerja.
Nah setelah huhungin temannya, akhirmya disuruh swab aja kata dokter. Akhirnya senin, 8 maret, semuanya di swab di puskesmas. And the result was everyone positive 😩
Karena semuanya positif, kakak ipar gue dan ponakan gue pun besoknya dicek. Kakak ipar gue positif, keponakan gue hamdallah negatif (amazing!). Emang bener katanya sih corona lebih sedikit nyerang anak-anak, mungkin karena organ tubuhnya masih bagus dan imunnya bagus.
Nah dari situ akhirnya kita semua isolasi mandiri. Kecuali bokap dan kakak gue. Mereka dirawat di RS tempat abang gue kerja, karena bokap ada komorbid hipertensi. Dan abang gue ikut dirawat untuk nemenin.
Dan hari ini hari ke-12 isolasi mandiri di rumah. Kalo hasil kesehatan bokap bagus, abang dan bokap gue pulang hari ini dari RS. Sementara gue dan nyokap masih lanjut dulu isoman 14 hari. Untuk sementara kita bertiga akan pisah kamar. Kalau setelah 14 hari udah ga ada gejala, gue udah bisa PCR ulang untuk cek hasil akhir kesehatan. Tapi kalau masih bergejala kayak batuk, belum bisa nyium bau dsb, terpaksa belum boleh PCR dan lanjut isoman lagi, huhuhu.
Semoga setelah 14 hari udah ga bergejala jadi bisa kembali beraktivitas! Kalian semua juga jaga kesehatan ya ❤️


Comments
Post a Comment